The Killer [ 1 of 2 ]

Author: Pingkan

Genre: Sad, Mystery, Horror, Frienship, Angst, AU

Raiting: 14+

Main Cast: Im Yoona

Other Cast: Find by Your self

Length : [two-shoot]

Tittle: The Killer

Mungkin ff ini memang Two-shoot tapi ceritanya aku panjangin, so mian kalau terlalu panjang bacanya L. Don’t to be plagiat and  Silent Rider ne ^^. Harus Comment #maksa😛

Happy reading !!

@@@@@

Im Yoona, gadis polos yang selalu menjadi bahan ejekan atau tindasan dari temannya sendiri yang bernama Min Sunye serta kawan kawan nya yang bernama Choi Sooyoung dan Lee Sun Kyu. Mereka sering menindas Yoona karena ia adalah murid yang berprestasi, makadari itu Sunye and friends nya itu sering meminta Yoona untuk mengerjakan pr mereka setiap ada tugas, dan disini yoona memang tak bisa berbuat apa apa.

@@@@@

Yoona POV

Hari ini adalah hari masuk sekolah, karena kemarin sekolah libur selama 2 minggu. Aku sangat senang masuk sekolah kembali, karena aku sangat ingin bertemu dengan Lee Donghae namja favorit di sekolah ini. Ya, meski ku akui aku tak punya kelebihan apapun jika di sandingkan dengan banyak yeoja yang mengejarnya.

“ hei, Im Yoona, kemari kau! , “ baru selangkah kakimu memasuki kelas, seseorang memanggilku aku tahu orang ini. Siapa lagi kalau bukan Min Sunye itu, aku sebenarnya kesal setiap hari harus menulis kan jawabanku pada bukunya itu. Tapi, aku sadar aku masuk sekolah ini karena beasiswa yang kudapat.

Aku memang bukan dari kalangan berada seperti yang lain, tapi, beginikah menjadi orang kaya? Yang bisa semena mena dengan orang yang berada di kalangan bawah, seperti ku? Jikalau aku memilih aku lebih baik hidup seperti ini di bandingkan menjadi orang kaya yang selalu menindas orang lain, yang hanya memikirkan kepentingan mereka sendiri.

“ ne, aku tahu, “ ujarku lesuh, aku pun menyalinkan pr punyaku ke bukunya.

“ hei, hei, kau tahu tidak? Ada berita heboh? “ ucap yuri teman sekelasku, yang senang bergosip ria dengan temannya yang bernama Stephanie Hwang dan Kim Taeyeon. Samar samar aku masih bisa mendengar obrolan mereka, yah walau hanya sedikit sedikit.

“ ada apa Yul, memangnya? “ seru Tiffany temannya, aku hanya mendengarkan dengan seksama saja. Karena jika aku ikut bergabung, mereka selalu menjauhiku hanya karena keadaan status sosialku.

“ Lee Donghae sudah punya kekasih, “ ujar yuri, aku pun tersentak kaget tak percaya, hah? Donghae punya kekasih, siapa yeoja itu, ya? Mengapa ia beruntung sekali bisa mendapatkan Lee Donghae.

Dadaku sesak, nafas ku terdengar berat, dan air mata ku ini melesak ingin keluar tapi kuurungkan karena ku tahu ini adalah sekolah. Aku pun memperjelas indra pendengaranku untuk mengetahui yeoja itu.

“ nuguya? “ kali ini Taeyeon yang bertanya, aku dan taeyeon mungkin juga sama sama penasaran, terlebih ia kan juga menyukai Donghae.

“ Jessica Jung, “ ucap Yuri. Dor, serasa tertembak beribu peluru jantungku ini, bagaimana mungkin jessica? Sedangkan ia, ia kan tahu kalau aku menyukai donghae. Terlebih, kupikir jessica adalah satu satunya orang yang memperdulikanku disini.

Memang kami tidak dekat, tapi setidaknya kami menjalin hubungan sebagai teman. Tapi, kini apa yang kudapat? Dihianati oleh teman sendiri? Cih, aku sekarang makin tak percaya dengan seluruh murid disini.

Pelajaranpun dimulai, kini aku tengah asik mendengarkan dan memahami pelajaran dengan seserius mungkin. Setelah 2 jam.

KRINGGG KRINGG……

Bel istirahat pun berbunyi, aku pun merapikan buku bukuku dan kutaruh dilaci meja sekolah. Aku pun ingin keluar kelas, ingin menuju taman sekolah.

Brukk~

Aku pun menabrak seseorang, ku tengokan kepalaku untuk mengetahui siapa yang ku tabrak. Hah? Ternyata DIA, dadaku sesak saat melihat mereka. “ hei, kalau jalan liat liat dong, dasar MISKIN, “ ujar jessica sambil tertawa mengejekku.

Hah? Baru kali ini jessica mengejekku, mungkin karena ia merasa menang karena mendapatkan seorang Lee Donghae. Kulihat ia jalan bersama Sunye and friends, aku pun terkejut saat mereka ber4 tertawa ria, menertawakan aku tentunya.

“ hei, jangan kau pikir aku itu mau ya berteman sama yeoja miskin sepertimu. Asal kau tahu, aku mendekatimu hanya karena ingin tahu saja kepribadianmu itu seperti apa. Ternyata kau menyukai Donghae juga rupanya! Mana mungkin Donghae akan menyukaimu, ingat itu, kau itu bukan levelnya! , “ ucap jessica sambil mendorong tubuh ku.

Apa yang kudengar barusan tidak salah? Dia hanya ingin mengetahui kehidupanku yang memang tertutup. Jadi, itu alasannya! Aku sungguh tak menduganya, cih, aku semakin muak berada disini.

“ hei, ingat yah jessica tuh gak bakal mungkin temenan sama kamu, kamu itu pantasnya berteman sama penjaga sekolah tuh, hahaha😀 “ seru sunny sambil tertawa keras, yang menyebabkan kini aku di tertawakan satu sekolah.

“ huh, sana sana pergi jangan dekat dekat aku, “ seru sooyoung kasar, sambil memainkan tangannya agar aku segera pergi dari hadapannya.

Aku pun hanya menundukan wajahku dan berlalu dari hadapannya.

Yoona POV End

SKIIP TIMEEEE….

Author POV

Kini yoona tengah berada di sebuah taman, ia masih menggunakan seragam sekolahnya lengkap. Ia hanya sendiri di taman itu, di temani langit yang berawan dan juga suara gesekan besi dari ayunan yang sedang ia naiki.

Hening, kata itulah yang pantas menggambarkan suasana di ke adaan taman ini. Begitu juga hati yoona, jika ia berada di taman ini ia akan merasa hening. Dan kata itu yang sangat dibutuhkan dikala hatinya yang sedang gundah ini.

Pandangan yoona hanya lurus menatap di depannya, yaitu sebuah pagar yang membatasi taman dengan jalanan. “ annyeong, “ sapa seseorang, yoona pun menoleh ke sumber suara dan tersenyum lembut.

“ annyeong, “ ujar yoona singkat sambil menggerakan ayunan itu perlahan, namja di sampingnya juga ikut menggerakan ayunannya perlahan.

“ namaku Kim Joong Won, kau bisa memanggilku yesung, “ ucap namja yang bernama yesung memperkenalkan diri, yoona pun menghentikan gerakan ayunan nya.

“ namaku Im Yoona, panggil saja Yoona, “ ucap yoona, yesung pun ikut menghentikan permainan ayunannya.

“ kenapa kau bisa disini? Kau tidak pulang ke rumah? Dan kenapa kau bersedih? “ tanya yesung, yoona tampak bingung dengan namja ini. Bagaimana mungkin masih ada orang yang perduli padanya? Karena ia merasa bahwa tidak ada satu orang pun yang memihaknya termasuk ibunya sendiri.

Yoona pun tampak berpikir ragu, apakah ia akan ceritakan atau tidak?. Sepertinya yesung dapat menebak apa yang dipikirkan oleh yoona. “ kalau tidak mau cerita juga tidak apa, kalau kau mau menceritakannya aku siap membantumu, karena aku tak suka melihatmu bersedih seperti itu. Aku janji, aku akan selalu ada untuk mu, “ ucap yesung.

Seolah seperti tersihir yoona pun memberanikan dirinya untuk menceritakan semuanya pada yesung.

SKIPPP TIMMEE *bilang ajah author males ngetiknya, hihihi😀

“ jadi, seperti itu? Oh, kau harus sabar ya Yoona-ssi, “ ucap yesung yoona pun tersenyum, setidaknya beban yang ia pikirkan kali ini perlahan mulai sirna akibat perhatian yang yesung berikan.

“ ne, gwenchana. Aku memang sudah sering di perlakukan seperti itu, “ ujar yoona menunduk, yesung pun tersenyum iba padanya.

‘ aku janji, aku akan selalu melindungimu Im Yoona, saranghae, ‘ batin yesung.

Yoona dan yesung menghabiskan malam itu dengan kebahagiaan, mereka tampak asik dengan dunia mereka sendiri, sampai akhirnya matahari mulai terbenam dari titik pusatnya. Untuk bergantian pada bulan yang akan menerangi bumi di waktu malam.

“ eh, oppa sudah sore. Aku pulang ya annyeong, “ seru yoona sambil berjalan menjauh dari yesung.

‘ neomu yeoppo, ‘ batin yesung sambil memberikan senyuman terbaiknya, walau senyuman itu tidak di lihat yoona.

@@@@@

Di sekolah……

“ hei, hei, semua udah pada denger berita belum, “ ucap kyuhyun lantang di depan kelas, seolah ia akan memberikan intruksi seperti seorang guru #halah -__-.

“ ada apa sih Kyu? Kau ini, kalau tidak heboh tidak usah di beri tahu, “ seru heechul pada kyuhyun. Heechul dan kyuhyun adalah teman sekelas dengan Im Yoona.

“ Sunye, Sunny, dan Sooyoung, mati termutilasi kemarin, “ ucap kyuhyun lantang, yoona yang sedang membaca bukupun menutup bukunya dan memandang kyuhyun dengan tatapan seriusnya.

‘ apa benar, yang dikatakan kyuhyun ini? Lantas, siapa yang membunuhnya? Kejam sekali orang itu. Aku saja yang sering dijahili olehnya tak sampai setega itu, ‘ batin yoona, ia pun mendengarkan ucapan kyuhyun dengan seksama.

“ jinjja? “ semua murid dikelas, mungkin juga sama seperti yoona yang terheran heran dengan ucapan kyuhyun.

“ halah, kyuhyun saja di percaya, manamungkin, “ seru sungmin menyangkal, kyuhyun terlihat geram dengan ucapan sungmin.

“ HEY, sudah ku katakan ini fakta, para kepolisian juga sedang menyelidiki kasus ini! Tapi, yang aku heran mereka semua tak menemukan jejak tersangka. Kalau kalian tak percaya, mungkin sebentar lagi, bakal ada pengumumannya, “ jelas kyuhyun yang kembali duduk di kursinya.

Tak lama setelah itu, Park seongsaenim mulai memasuki kelas. “ annyeonghaseo, anak anak.”serunya lembut. Semua pun menjawab nya dengan lembut juga.

“ annyeonghaseo seongsaenim, “ seru semuanya.

“ kali ini, kita patut berduka cita atas kepergian dari teman kita yang bernama Choi Sooyoung, Lee Sunkyu, Min Sunye, “ ucap Park seongsaenim.

Semua murid membulatkan matanya tak percaya.

‘ jadi, yang di ucapkan kyu itu benar? Lantas, mengapa pelakunya tak tertangkap? ‘ batin yoona.

“ yasudah, anak anak mari kita lanjutkan pelajarannya, “ seru Park seong saenim dan mereka semua pun belajar dengan tertib lagi.

Kring…Kringg…..

Bel istirahat pun berbunyi, semua siswa/i mulai berhamburan keluar kelas. “ menyedihkan sekali ya nasib mereka, aku tak habis fikir, “ seru tiffany pada taeyeon dan yuri. Samar samar yoona masih bisa mendengar ucapan mereka.

“ apa jangan jangan ini perbuatan Im Yoona? “ celetuk yuri, taeyeon dan tiffany pun langsung menoleh ke arah yuri.

Yoona POV

“ menyedihkan sekali ya nasib mereka, aku tak habis fikir, “ seru tiffany pada taeyeon dan yuri. Samar samar aku masih bisa mendengar ucapan mereka.

“ apa jangan jangan ini perbuatan Im Yoona? “ celetuk yuri, taeyeon dan tiffany pun langsung menoleh ke arah yuri. Begitu pula aku, meski aku sedang tak berada di dekatnya, karena jika aku berada di dekatnya mereka semua akan menjauhiku.

Deg….

Bagaikan kena tamparan keras pipiku ini, ucapan yuri benar benar sungguh keterlaluan. Aku tahu, bila sunye, sunny, dan sooyoung itu membenciku! Tapi, aku kan tak pernah bertindak kasar pada mereka. Lantas, apa maksud yuri berkata seperti itu?

“ apa maksudmu, Yul? “ tanya taeyeon, seperti nya pertanyaan ini juga yang ada dalam benakku.

“ kau tahu? Yoona itu kan yang sering punya masalah dengan sunye, so, bisa saja dia balas dendam, iya kan?? “ ucap yuri, sungguh perkataan yuri ini membuat air mataku tumpah di pipiku meski sedari tadi ku tahan kuat.

“ MWO! Tapi, kan bukannya Yoona hanya murid aneh yang pendiam itu, bagaimana bisa ia melakukan hal itu, “ seru taeyeon lagi.

“ Yak! Taeyeon-ah tentu saja bisa, kan yoona berkepribadian tertutup bisa saja ia melakukan hal itu. Siapa tahu saja, ia sakit hati dengan perlakuan sunye, makadari itu ia membunuhnya di saat mereka berada di luar lingkungan sekolah, benarkan Yul? “ jelas tiffanya, yuri pun mengangguk setuju.

Aku yang tak kuasa menahan tangis dan emosiku langsung menghampirinya, “ HEY, KALIAN JANGAN ASAL BICARA! AKU TAK PERNAH MELAKUKAN HAL SEKEJI ITU, KALIAN MENGERTI, “ bentakku yang sudah kehabisan kesabaran pada mereka.

Mereka menatapku dengan pandangan tak sukanya, “ HEY, KAMI TIDAK MENUDUHMU. KAMI HANYA BILANG ITU KEMUNGKINAN SAJA, LANTAS KALAU DIPIKIR SECARA LOGIKA! KAU ITU PASTI TERSANGKANNYA, APA LAGI KAU YANG SERING BERMASALAH DENGAN SUNYE, DAN JUGA KEPRIBADIAN ANEH MU ITU, KAU ITU SEORANG PEMBUNUH, “ seru Yuri lantang sambil menunjuk nunjuk kemuka Yoona, Yoona mengeluarkan air matanya namun ia tak terisak.

“ SUDAH KU KATAKAN, AKU TAK PERNAH MELAKUKAN HAL SEKEJI ITU!, “ PLAKKK yoona yang kehabisan kesabaran pun menampar wajah yuri.

“ YAK! JANGAN BERANI BERANI NYA KAU MELAKUKAN HAL SEPERTI ITU PADA TEMAN KAMI, DASAR PEMBUNUH, “ PLAKK, PLAKK  , taeyeon dan tiffany bergantian menampar wajahku.

“ CIH, DASAR PEMBUNUH, “ yuri, taeyeon, dan tiffany pun mendorong tubuhku hingga jatuh ke lantai.

@@@@@

kini aku sedang bersiap siap, menuju rumahku karena memang sekolah sudah bubar sejak 3 menit yang lalu. Ku langkahkan kaki ku yang sakit ini, karena habis terjatuh ke lantai akibat dorongan dari taeyeon, yuri, tiffany. Bekas tamparan YulTi tadi juga masih membekas dipipiku bahkan rasa sakitnya pun masih sangat terasa.

Di depan gerbang sekolah……

“ annyeong Yoona-ssi, “ seru seorang namja yang memakai topinya, aku pun penasaran siapa namja itu? Apa ia mengenalku?

“ anny..anyeong, “ sapaku gugup, karena aku sangat takut dengan namja ini.

Dia membuka topinya, senyum manis pun tersungging indah di wajahnya, tanpa sadar aku pun ikut menarik ujung bibirku untuk membuat seukir senyum terbaikku.

“ eh, Yesung-ssi, “ seruku begitu tahu dia adalah yesung.

“ panggil yesung oppa saja, ya? Biar kita saling mengenal dekat, dan bolehkah aku memanggilmu Yoona-ah? “ tanya nya, aku pun mengangguk cepat.

“ kenapa oppa di sekolahku? Dan darimana oppa tahu sekolahku? “ tanyaku yang heran akan kedatangannya.

“ karena ingin menjemputmu, karena sewaktu bertemu denganku kau mengenakan seragam sekolahmu. So, aku tahu dari situ, “ ucap yesung bangga, yoona hanya terkekeh kecil.

“ yasudah, kajja oppa kita pulang, “ ajakku ia pun mengangguk.

Di perjalanan….

“ Yoona-ah, kita ke taman waktu itu saja ya? “ ucapnya aku pun mengangguk setuju.

Di Taman……

Aku dan dia duduk berdampingan di ayunan yang berada di taman itu, “ hmm, kau menyukai tempat ini Oppa? “ tanyaku yang melihat ia begitu antusias berada di taman ini.

“ ne, menurutku disini, ketenanganku akan muncul saat semua beban yang ada dalam hidupku mulai sirna di gantikan oleh kebahagian dari ketenangan yang ku dapat,” ucapnya, apa ia menyinggungku? Tapi, manamungkin ia kan tak tahu apa yang ku alami tadi.

Aku hanya mengangguk membenarkan ucapannya, aku memang sering kesini untuk menenangkan sejenak pikiranku ini dikala semua bebanku tak sanggup ku selesaikan. “ eh, pipimu kenapa? Kenapa merah seperti itu? “ tanyanya yang tiba tiba memperhatikan wajahku.

Aku bingung harus jawab apa? Karena tak mungkin aku semudah itu menceritakan kasus tadi. Aku takut kalau dia beranggapan sama seperti Yuri, Taeyeon, dan Tiffany yang sama sama menganggapku sebagai PEMBUNUH.

“ an..aniya, aww… appo, “ ringisku saat ia menyentuh pipiku dengan kedua tangannya.

Deg….

Jantungku berpacu lebih cepat dari biasanya, tubuhku bergetar saat menatap bola matanya yang kini tepat berada di manik mataku.

“ awww…. appo, oppa “ ringisku, ia pun melepas tangannya yang memegang wajahku.

“ m..mian..mianhe, “ ucapnya gugup, aku hanya tersenyum. “ ak..aku hanya menghawatirkanmu, itu saja, “ ucapnya, seperti nya aku merasa bersalah membuatnya menundukan kepalanya seperti itu.

“ anniya oppa, gwenchanayo, “ ucapku, ia pun tersenyum kembali, senyum yang paling cute >,< menurutku.

@@@@@

Di Rumah…..

Ku langkahkan kakiku ini menuju kamarku, belum sempat aku naik ke atas tangga, “ HEY, KENAPA KAU PULANG SORE HARI SEPERTI INI, HAH? “ ucap eomma lantang, aku pun menghadap di depannya.

“ an..aniya eomma, tadi park seongsaenim mengadakan pelajaran tambahan, “ bohongku, mianhe eomma kalau aku harus berbohong.

“ yasudah, sana cepat rapikan rumah, baru boleh makan, “ titahnya aku hanya mengangguk.

Ya, memang seperti ini keseharianku di rumah. Aku sering di perintah bagaikan pembantu, sedang adikku Im Seohyun, ia tak pernah di perlakukan seperti itu. Memang apa yang salah denganku? Hingga aku harus di perlakukan seperti ini?

Ia bukan eomma tiriku, ia eomma kandungku. Tapi, mengapa ia seperti eomma tiriku? Dan juga di rumah yang dibilang sesederhana ini, hanya aku yang di perlakukan tidak adil. Sedang seohyun? Ia sangat dimanja, karena memang ia anak bungsu dirumah ini.

Huh, aku ingin berteriak memanggil nama APPA saat ini juga, karena sewaku appa masih disini. Appa yang selalu menolongku, menjagaku, menyayangiku, tapi, kini semua sudah lenyap bersama kepergian appa yang meninggalkan dunia ini.

Malam…..

Ku tatap bintang yang bertaburan di langit dari balkon kamarku, “ andai aku seperti bintang, yang selalu punya banyak orang yang menyayangiku mungkin tak akan seperti ini hidupku, “ gumamku sambil menatap bintang yang banyak di langit malam.

Pagi…….

“ eomma, aku berangkat dulu ya? “ ucap seohyun pada eomma, lantas eomma mencium kedua pipi seohyun.

“ ne, hati hati chagi-ah, “ ucap eomma melambaikan tangannya pada seohyun yang berangkat ke sekolah itu.

“ eomma aku berangkat, “ ujarku, ia tak merespon hanya berdehem kecil dan menganggukkan kepalanya.

Tinn…Tin…

Sebuah audy merah kini sudah terpakir di depan gerbang rumah Yoona yang sederhana. “ Loh? Mobil siapa ini ya? “karena penasaran aku pun menghampiri mobil itu.

“ annyeong, Yoona-ah, kajja ku antar ke sekolah? “ ucap yesung Oppa, jadi ini audy milik yesung oppa J.

Karena kebetulan aku juga sedang malas untuk naik bus apa salahnya aku menerima kebaikannya, hitung hitung menghemat, kekekeke~ L.

@@@@@

Di sekolah……

“ eh, kudengar ada korban mutilasi lagi ya? Siapa ya orang malang itu? Mengapa ada yang tega memutilasi seseorang, huh sungguh di sayangkan, “ seru salah satu murid di sekolahku sedang membicarakan korban mutilasi.

Eh? Apa ada korban mutilasi lagi? Belum tuntas kasus Sunye, Sunny, dan Sooyoung itu kini ada lagi!. Lantas, siapa ya yang tega memutilasi seperti itu, jikalah ada? Akan ku tanyakan apa alasan mereka berbuat hal sekeji itu.

“ nuguya? “ ucap salah satu temannya lagi.

“ Yuri, Taeyeon, Tiffany, “ ucap yeoja yang berambut kriting itu.

Deg…..

Kenapa mereka? Kenapa meski orang yang membuat hatiku luka?. Apa seharusnya aku bersyukur, karena aku tak akan di ganggu oleh mereka mereka lagi? Tapi, yang kini ku rasakan adalah ketakutan, ketakutan jika orang salah paham denganku. Karena sebelum kematian Yuri, Taeyeon, dan Tiffany, aku adalah orang yang terlibat masalah dengan mereka.

Ya Tuhan? Apa yang harus ku perbuat? Apa aku harus berlari menjauh? Atau aku harus menerima hinaan bahkan cacian dari semua orang! . Tuhan, tolong aku?

@@@@@

Kini aku sedang duduk di bangku taman sendirian tentunya, karena semua orang berpikir kalau aku yang membunuh Sunye, Sunny, Yuri, Tiffany, Sooyoung, Taeyeon. Huh, sudah kuduga akan seperti ini.

Hatiku miris, sakit, sedih, terluka tapi semua orang tak akan perduli karena mereka menganggapku THE KILLER, ya saat ini itulah sebutan untukku. Mereka semua memanggilku seperti itu sekarang.

“ hhmm, sedang melamun? “ ucap seseorang yang membuyarkan lamunanku, aku menoleh.

Deg……

Dia? Mau apa dia disini? Apa ia juga ingin mengejekku?

Aku tak menjawab aku hanya melamun, “ sudah tak usah dipikirkan perkataan semua murid disini. Ku tahu, kau orang yang baik, “ ucap namja itu, Lee Donghae.

“ kau tak mengerti, “ ucapku sambil menunduk, ia tampak bingung dengan ucapanku.

“ tak mengerti? Mengerti apa? “ tanyanya.

“ aku- “ ucapanku terpotong oleh seorang gadis cantik yang menghampiri kami.

“ mengerti bahwa DIA adalah THE KILLER, iya kan IM YOONA? “ seru Jessica sinis, dan memberikan penekanan di setiap kata yang membuat hatiku tersayat.

“ jessica, jaga ucapanmu dulu, siapa tahu bukan dia orangnya? “ seru Donghae, yang membelaku. Mungkin bukan membela, tapi karena ia mengasihiniku.

“ Yak Oppa! Oppa ngapain sih dekat dekat dengannya, aku tak mau Oppa kenapa napa. Kajja Oppa, kita pergi biarkan THE KILLER itu sendirian, “ ucap jessica menarik lengan Donghae.

“ tap- “ ucapan donghae terpotong, karena jessica menariknya kuat. Kini tinggalah aku di taman sekolah.

Aku pun melangkahkan kaki ku ke kelas dengan wajah menunduk, aku pun berjalan masuk. Tiba tiba……

PLAKKK, Jessica menampar keras wajahku, ada apa ini? Mengapa ia menamparku? Pikirku. Aku hanya diam, dan meringis kesakitan kulihat semua orang tertawa terbahak bahak sambil menatapku sinis.

“ HEY, INGAT YA JANGAN GANGGU LEE DONGHAE! IA NAMJA KU, ARRA. DAN KAU ITU TAK PANTAS MENJADI KEKASIH LEE DONGHAE KARENA KAU ADALAH SEORANG PEMBUNUH, HAHAHAHAHA, “ ku lihat semua orang tertawa bahkan sampai terpingkal pingkal, aku ingin menangis tapi air mata ini tak sanggup ku keluarkan.

“ HEY, SEMUA AKU INGIN BERTANYA PADA KALIAN, APA PANTAS YEOJA INI MENYUKAI LEE DONGHAE? DAN APA PANTAS THE KILLER INI SEKOLAH DISINI? “ jessica menghinaku dengan suara nya yang lantang.

“ TIDAK, “ semua orang pun langsung membela jessica, ya Tuhan? Coba’an apa lagi ini?

“ HEY IM YOONA, KENAPA KAU MEMUTILASI SESEORANG HAH? KAU PIKIR KAU BISA APA? OH, IYA AKU TAK BOLEH MELAWANNYA, MUNGKIN BESOK AKU YANG TERMUTILASI, IHHHHHHH TAKUUUTTTT,,, “           seru Kyuhyun sambil menunjukan ekspresi yg dibuat buat, membuat semua orang tertawa keras.

Sabar Im Yoona, sabar, ucapku menenangkan perasaanku. Aku tak menghiraukan mereka semua, aku duduk di bangkuku. Banyak yeoja yang kini mengerubungiku. PLAKK, tamparan keras dari jessica, dan temannya bernama Victoria mengenai pipiku.

Byurr~

Sungmin dan Kyuhyun menumpahkan air minumnya ke kepalaku, aku mulai menitikkan air mata meski tak terisak. “ hahahahahha, “ mereka semua tertawa puas.

ku rasakan jessica menghampiriku dan SREKKKK~

ia merobek tasku, dan semua buku buku ku, aku tak melawan aku hanya pasrah. Bagaimana mungkin aku melawan murid sekelas dengan seorang diri, terlebih Park seongsaenim yang tidak datang.

“ hiks hiks, “ sangking sakitnya hatiku ini, aku menangis dan terisak tentunya. “ hey, lihat yeoja ini menangis, “ seru nickhun pada semua murid, semua murid pun menjauhi ku.

“ KALIAN SEMUA KEJI! KALIAN TAK PANTAS DI SEBUT MANUSIA. KALIAN PIKIR? HANYA KALIAN YANG PANTAS DISEKOLAH INI, HAH? KALIAN ITU HANYA SAMPAH, HIKS HIKS HIKS, “ bentakku, dan kembali terisak.

Mereka semua diam, “ HEY, TAU APA KAU TENTANG KAMI? KAU ITU YANG SAMPAH, DASAR THE KILLER, PLLAKKKKK~ , “ jessica menamparku kembali, sudah 2 kali aku di tampar olehnya, tapi kulihat hanya dia lah yang mengusiliku sedang yang lain hanya diam.

Yoona POV End

Author POV

Kamar Yoona…..

Ia saat ini sedang menatap kelayar tv nya yang berada di kamarnya, meski tv itu tidak besar namun tv inilah satu satunya hiburan untuk yoona.

‘ di beritahukan bahwa ada seorang gadis yang mati termutilasi di jln xxx, sedang kekasihnya kini di larikan ke RS. Seoul Hospital. Sang Gadis tewas di tempat sedang sang namja tidak terluka sama sekali. Dari bukti yang di dapat ke dua pasangan kekasih ini masih bersekolah dan salah satu murid di SM High School. ‘ ucap seorang reporter berita itu.

Deg…..

‘ siapa lagi murid di sekolah ku yang mati karena Mutilasi, kasus sebelum nya saja belum terpecahkan dan kini ada lagi! Ya, Tuhan bisakah kau memberi tahu padaku, siapa yang berbuat sekeji itu? Agar, tidak banyak lagi yang Mati Termutilasi seperti itu, ‘ batin Yoona.

 

TBC~

12 thoughts on “The Killer [ 1 of 2 ]

  1. eonni, ternyata ini bener FF?
    wuahhh kasian amat yoong eonni, jessica eonni kejam bgt semoga nanti insyaf *sambil ber-do’a komat-kamit bareng siwonppa kkkk~ #hehe😛
    nanti yoong eonninya jgn erlalu menderita eonni, kasiann..
    semoga akhirnya happy end.. ^^
    ditunggu yahh eonni next chapnya ^^

  2. aku tau the killernya siapa. Pasti yesung oppa.
    Mian author, ini terinspirasi dari komik bkn? Mian cuma nanya author🙂 jgn tersinggung ya
    Aku berharap hae oppa bersatu sama yoong eonni. Gk kyk di komik yg pernah aku baca, yg tokoh kyk hae oppanya ikut dibunuh lewat kecelakaan mobil.
    Tolong jgn sad end author~
    Ditunggu kelanjutannya
    Mianhae, kalo comment aku ini menyinggung author

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s