Oh…!! [chap.1]

Author: Pingkan

Genre: Romance, Friendship, Sad, family

Main Cast: Cho Kyuhyun & Im Yoona

Other Cast: find by your self

Type: [chapter]

Raiting: General

Tittle: Oh…!! 1

Ff ini terinspirasi dari lagu SNSD_Oh, dan aku gabungkan sedikit dengan lagu Genie nya, jadi nya kaya gini deh, kekeke~ pasti jelek. Mian klo typo dan gaje tingkat akut.

   Tapi, untuk part pertama, disini aku lebih nyeritain kisah yoona nya dulu, mungkin di next part bakal kyuna. Coz biar reader gak pada bingung, gitu. So, happy reading, I hope you like this story gaje nya author ini. ^^

@@@@@

Yoona POV

Nama ku Im Yoona, aku adalah siswa dari Cheongdam High School, yang duduk di bangku kelas 11 ( 2 SMA ). Aku itu sangat menyukai sunbae ku yang bernama Cho Kyuhyun, dia adalah namja terpopuler di sekolah ku.

Banyak para yeoja yang hampir 1 sekolah menyukai nya, termasuk aku. Karena wajah nya yang tampan serta suara nya yang indah, meski begitu ia tak sombong juga ramah  pada semua orang. Tapi jika urusan wanita, ia akan berubah menjadi orang yang sangat dingin, dan sangat tidak menyenangkan.

Sampai sekarang pun, belum ada yeoja di sekolah ku yang berhasil mendapatkan hati nya termasuk aku. Mungkin hatinya memang sudah ia tutup rapat rapat hingga orang lain tak boleh masuk ke dalam hatinya.

Kyuhyun, itu sebenar nya juga tetangga ku, yah aku memang dekat dengan nya. Bahkan aku sering bilang bahwa aku menyukai nya, tapi tetap saja ia tak merespon ia hanya menganggapku sebagai dongsaeng nya saja. Huh, -_- menyebalkan bukan?

Meski begitu aku tak patah semangat untuk mengejar cinta nya, yah meski aku selalu di anggap angin baginya jika aku selalu mengungkap kan perasaan ku. Apa kalian pernah berpikir, mungkin sudah ribuan kali aku menyatakan cinta, tapi ya beginilah tak pernah di jawab dan di respon.

Apa dia tak tahu jika aku itu yeoja? Mana ada yeoja yang menyatakan cinta pada seorang namja hingga ribuan kali? Hanya akulah orangnya. Mungkin urat malu ku sudah putus, tapi aku memang tak bisa jikalau ia belum menjawab nya? Mungkin jika dia sudah menjawab, aku akan menerima semua jawaban nya dan juga berhenti mengejar nya jika lau ia tak menyukai ku.

Yoona POV End

Author POV

Sinar matahari pagi, kini mulai menerobos masuk ke kamar seorang yeoja yang masih terlelap dengan nyamannya. Terlihat seorang yeoja paruh baya yang menyibakkan tirai jendela kamar yeoja cantik yang masih berada di alam mimpi.

“ yoona-ah irreona, chagi, irreona, “ ujar yeoja paruh baya itu. “ nggghhh, “ yoona yang merasa sinar matahari kini mulai mengenai matanya, membuatnya terpaksa bangun dari tidur indah nya.

“ chagi-ah irreona, kau kan hari ini sekolah? Kajja cepat mandi, “ titah yeoja paruh baya itu. “ sebentar eomma, aku masih ngantuk, hueeee, “ yoona pun menguap, ia merenggangkan semua otot nya yang terasa kaku.

“ hey, kajja sekolah, nanti Kyuhyun yang akan mengantarmu, soal nya appa sudah berangkat pagi ini, kajja irreona, “ ucap eomma yoona yang masih membangunkan putrinya yang ingin kembali tidur.

Bagai terkena sihir, yoona yang mendengar nama KYUHYUN pun langsung membuka matanya, “ jeongmal eomma? “ tanya yoona yang kini mata nya sudah terbuka sepenuh nya. “ ne, ayo cepat mandi, “ titah eomma yoona, yoona pun langsung menuruti perintah eomma nya.

Eomma yoona hanya menggeleng,ia heran bila melihat puteri nya kalau mendengar nama kyuhyun pasti langsung cepat bangun. Nama kyuhyun bagaikan senjata ampuh untuk eomma yoona, jikalau yoona tak mau bangun.

@@@@@

Setelah mandi yoona pun bersiap siap, ia kini sudah menuruni tangga dan ikut bergabung makan dengan eomma dan eonnie nya Im Taeyeon. “ good morning eomma, eonnie, “ ujar yoona sambil mencium pipi eomma dan eonnie nya itu secara bergantian.

“ ne, morning, “ ucap eomma dan taeyeon bersamaan. “ kau ceria sekali pagi ini? Wae gurae? “ tanya taeyeon pada dongsaeng nya itu, sambil melahap roti panggang dan segelas susu.

“ ani, memang aku kenapa? “ yoona balik menanyakan pada taeyeon. Taeyeon dan eomma hanya menggeleng melihat tingkah laku yoona yang sangat bersinar di pagi hari.

Setelah 10 menit mereka sarapan, Tiinn Tiin~ . suara klakson mobil kini berbunyi di kediaman rumah yoona yang menandakan bahwa ada seseorang yang telah menunggu nya. “ eomma, eonnie aku berangkat dulu, annyeong, “ yoona kembali mencium pipi  eomma dan taeyeon dan langsung melesat cepat dari pandangan eomma dan taeyeon.

“ eomma, yoongie kenapa? Apa dia salah minum obat? Seperti nya hari ini aneh sekali, “ gumam taeyeon sambil melanjutkan acara sarapan nya.

“ molla, mungkin ia sedang jatuh cinta pada pangeran nya itu, “ ucap eomma sambil terkekeh geli. “ hehehe, mungkin saja. Oh, iya eomma aku ada kuliah pagi ini, sebentar lagi leeteuk oppa pasti menjemputku, aku pamit dulu ne? “ ujar taeyeon mencium pipi eomma nya.

@@@@@

Yoona kini menghampiri Kyuhyun yang sudah ada di depan rumah nya, “ sudah siap? Kajja berangkat, “ ajak Kyuhyun sambil melangkah masuk kedalam mobil, tanpa menoleh pada yoona, yoona pun mengendus kesal.

Saat didalam mobil pun hening, tak ada yang memulai pembicaraan. “ kyu oppa? Eottokeh apa kau sudah bisa menj… “ ucapan yoona terpotong.

“ jika di dalam mobil harus berkonsentrasi jadi jangan menanya kan hal yang macam macam, “ ujar kyuhyun tanpa menoleh ke arah yoona.

Yoona POV

“ jika di dalam mobil harus berkonsentrasi jadi jangan menanya kan hal yang macam macam, “ ujar kyu oppa pada ku, dia pun tak menoleh ke arah ku. Aish, namja ini selalu saja seperti ini, aku sudah ribuan kali menanyakan jawaban nya? Eottokeh? Apa dia mau menjadi namjachingu ku atau tidak, hanya jawab saja kok susah sekali.

Aku pun hanya menghela napas berkali kali, sohyun-ah eottokeh? Apa aku harus mengejar cinta nya dan menjaga ia selama nya? Tapi, itu sungguh sulit hyunie, kau tahu? dia bahkan tak pernah menganggapku ada, dia hanya menganggapku sebagai dongsaeng nya saja hyunie lantas eottokeh? Aku sungguh tidak kuat dengan sikap nya, batin ku.

Ku dengar ada suara bisikan, ditelingaku. Meski suara itu samar samar tapi aku dapat mendengar nya dengan baik, “ yoongie, jebal jangan ingkari janjimu, kau sudah berjanji akan menjaga nya demi aku bukan? Jebal, berusahalah buat dia mencintai mu. Fighting yoongie, kau pasti bisa, “ suara itu, suara itu seperti suara seohyun, seohyun itu adalah sahabat ku. Aku masih ingat bagai mana aku bertemu dengan nya….

Flashback On

Aku sedang berjalan bersama appa dan eomma ku di sebuah taman, aku memang suka menghabiskan waktuku bersama keluarga ku di taman ini. Mengunjungi taman ini sudah menjadi kebiasaan ku sejak kecil, tapi sekarang? Eomma dan appa sudah sibuk dan taeyeon eonnie juga, so aku hanya sering sendiri ke taman ini.

Aku kini duduk di salah satu bangku taman, menghadap air mancur di depan taman ini,aku tak sendiri tentu saja aku bersama keluarga ku, karena aku ini masih sangat kanak kanak. “ hy, “ sapa seorang yeoja yang umurnya seperti nya sama dengan ku, kulihat ia tersenyum dengan manis sambil menyapaku.

Aku pun tersenyum, “ hy, juga, “ ujar ku singkat. Ia pun memberikan tangan nya, “ annyeong, Seo Joo Hyun Imnida, kau bisa memanggil aku seohyun. Ku harap, kita bisa menjadi teman, “ ujar nya. Aku pun membalas menggengam tangan nya, “ne, Im Yoona Imnida, kau bisa panggil aku Yoona atau Yoong juga boleh, “ ujar ku.

“ Yoongie, nuguya? “ tanya appa dan eomma ku yang melihat seohyun duduk di samping ku ini. “ annyeong ahjumma, ahjussi Seo Joo Hyun Imnida, aku baru saja menjadi teman yoona, “ ujar seohyun memperkenalkan diri.

“ oh, kau teman baru nya yoona ya? Wah, neomu yeoppoda, “ ujar eommaku seraya mencubit kecil pipi seohyun yang chubby itu.

“ kekeke~, gomawo ahjumma, “ ujar nya malu, aku pun tersenyum senang melihat kedekatan teman ku dengan keluarga ku. “ Seohyun-ssi kenalkan Im Taeyeon Imnida, aku eonnie nya Yoona, kau bisa memanggilku Taeyeon eonnie jika mau, “ ujar taeyeon eonnie ikut memperkenalkan diri nya.

“ ne, taeyeon eonnie, “ senyum nya, “ hyunie, kau kesini sendiri? Tidak bersama orang tuamu? “ tanya ku yang melihat ia hanya sendirian.

Dia pun tersenyum, “ ani, yoongie appa dan eomma ku sebentar lagi menyusulku, aku sudah bilang kok kalau aku ada di sini, “ ujar nya lembut. Sungguh aku sungguh bahagia bersahabat dengan nya ia begitu baik, ani bahkan ia itu seperti malaikat. Selain baik, ia juga cantik.

“ Hyunie, kau suka dongeng? “ tanya ku penasaran karena aku sangat suka dongeng. Ia pun mengangguk, “ aku suka menjadi genie jin wanita yang selalu menolong seseorang yang baik hati, kalau kau? “ tanya nya padaku.

“ aku sangat menyukai aurora, karena aku suka sekali bila disuruh tidur, kekeke~, “ ujar ku sambil menyengir lebar ke arah nya ia pun ikut tertawa. Sejak saat itulah kami menjadi sahabat dan juga teman satu sekolah dari sd.

Flashback Off

Seohyun, aku selalu tersenyum bila mendengar nama itu, tapi kini? Semua berubah menjadi tangis? Tak ada sedikit pun aku tertawa mendengar nama nya, aku hanya selalu bersedih. Ini semua salahku, salahku yang pergi meninggalkan nya…

Flashback On

Saat ini aku dan seohyun sudah menginjak kelas 6 sd. kami selalu bersama, sedih, senang, tawa, marah pun kami selalu bersama. Tapi hari ini adalah hari yang membuatku, tersiksa aku harus meninggalkan nya.

“ hyunie, mianhe, aku harus pergi ke jepang. Aku ingin meneruskan SMP ku disana, kau kan sekarang sudah punya kyu oppa. Dia pasti akan menjagamu, jadi jangan menangis, ne? Kalau aku pergi ke jepang, aku hanya dua tahun disana, saat 3 SMP nanti aku akan kembali ke Korea, eotte? Kau mengijinkan aku pergi kan hyunie? “ tanya ku lembut, sebenar nya saat ini aku ingin menangis. Tapi aku tahan, ini semua demi dia, demi Seohyun.

“ hmmm,k..kau mau p..pindah ke je..je..jepang? “ suara nya terdengar begetar, ia pun meneteskan air matanya. Aku yang melihat itu pun ikut meneteskan air mata yang sedari tadi aku tahan.

“ mianhe, hyunie, hiks hiks, “ ujar ku sambil menunduk tak berani menatap nya, dia pun tetap terus menangis.

Flashback Off

Dan saat itu lah saat yang paling bodoh menurutku, aku merutuki kejadian itu, andai waktu bisa ku putar kembali. Mungkin kisah nya tak akan seperti ini? Dan mungkin orang yang kini duduk di samping kyu oppa adalah hyunie bukan aku.

Dan mungkin juga aku selalu bahagia bersama kibum oppa disampingku, tapi aku tak bisa menyalahkan nya. Semua terjadi begitu saja? Dan terlebih lagi aku sudah membuat janji pada nya, agar kyu oppa bisa menerima cintaku. Meski ini sangat sulit, tapi ini semua demi hyunie, ya hanya demi dia aku rela berkorban.

Flashback On

Hari ini adalah kepulangan ku dari jepang seperti janji ku jika aku sudah naik ke kelas 3 smp aku akan kembali ke korea dan sekolah bersama lagi dengan hyunie, sahabat ku. “ eomma, appa aku tak sabar bertemu hyunie, “ ujar ku girang saat kini aku sudah menginjakan kaki ku di rumah ku.

“ appa, eomma, aku pergi dulu bersama hyunie, annyeong, “ ucap ku dan langsung melesat ke rumah seohyun.

@@@@@

Seperti biasa, aku dan seohyun (hyunie) memang selalu menghabiskan waktu bersama di taman awal aku bertemu dengan nya. “ hyunie, bogoshipoyo, “ ujarku memeluk nya erat, aku merasa bahagia sekali saat ini.

“ nado, yoongie, “ ujar nya membalas pelukan ku, dia memang lebih suka memanggilku yoongie, karena itu adalah panggilan sayang nya untukku. Sedang aku memangil nya hyunie, dan itu panggilan sayangku untuk nya.

“ yoongie, jangan tinggalkan aku lagi ne? “ tanya nya aku pun mengangguk mantap.

“ oh, iya bagaimana hubungan mu dengan kyu oppa? “ tanya ku langsung pada nya, ia pun tersenyum, “ baik baik saja yoongie, kalau kau di sana apa sudah punya namjachingu? “ tanya nya.

Aku mengangguk malu, “ ne, apa kau mau aku kenalkan? “ tawar ku ia hanya menggeleng pelan, “ oh, iya bagaimana kehidupanmu disana? “ tanya nya.

“ tidak terlalu menarik, karena kau tak ada di sampingku hyunie, “ ujar ku sedih.

“ kekeke~, apa aku sebegitu berharga nya kah? “ ujar nya narsis.

“ Ya!! Hyunie, aku serius, “ aku pun mencerutkan bibir kesal. “ hehehe, aku bercanda yoongie, jangan marah, ne? “ rayu nya aku pun mengangguk.

“ ne, “ tutur ku lembut. “ nado, yoongie. Disini tanpa kau aku juga merasa kesepian, kita kan sudah kaya saudara kandung. Lagi pula kita sudah bersahabat hampir 9 th. dan orang tua kita kan berteman baik, so, kalau kita terpisah kaya nya tuh aku ngerasa ada yang hilang dalam kehidupan ku, kamu juga ngerasa kaya gitu gak? “ tanya nya padaku.

“ ne, hyunie, mian yah masalah aku pergi itu, kau mau kan? Memaafkan aku? “ tanya ku. “ tapi, ada satu syarat, “ ujar nya, kulihat kini wajah nya berubah menjadi pucat, tak seperti tadi saat aku bertemu dengan nya, apa ia sakit? Pikirku.

“ ne, apapun itu pasti kulakukan. Oh, iya hyunie, apa kau sakit? Kulihat kau pucat sekali? Kalau kau sakit kita pulang saja, kajja, “ ujar ku menarik tangan nya tapi ia menahan ku.

Dia menggeleng, “ ani, gwenchana yoongie, aku boleh meminta satu syarat yang harus kau tepati? Atau lebih tepat nya janji, “ ujar nya.

“ ne, apapun itu, “ ujar ku mantap.

Ku lihat ia menghela napas sebentar, “ bisakah kau menjaga kyu Oppa demi aku? Ani, lebih tepat nya mencintai nya? Dan juga buatlah ia mencintaimu?. Aku hanya ingin alian bersama, “ tutur nya dengan suara parau.

Aku membelalakan mataku tak percaya, seraya mulutku ini menganga lebar.

“ apa yang kau katakan hyunie? Aku tak bisa, terlebih aku sudah punya namjachingu? “ suaraku mulai meninggi, yah kurasa untuk pertama kali nya aku membentaknya kasar, tapi aku sungguh kecewa dengan ucapan nya itu.

“ yoongie, bisakah kau lakukan itu, jebal, “ ucap nya lirih, dan air mata pun menetes di kedua manik matanya.

“ hyunie, mian aku tak bisa, “ ujarku menunduk. “ yoongie, demi aku, demi sahabatmu. Ini untuk terakhir kali nya yoongie, karena ku rasa aku sudah tak bisa lagi menjaga nya, “ ujar nya. #PLAKKK aku pun tak sadar kini menampar nya.

Aku yang menyadari ulahku itu pun menjadi ikut menangis, “ hyunie, mi..mianhe, a..aku tak bermaksud, “ ujar ku penuh dengan penyesalan.

“ ne, tak apa. Tapi, bisakah kau mengabulkan syaratku? Hanya itu yang aku inginkan. Aku ingin kalian bersama, kedua orang yang aku sayangi hidup dengan bahagia, “ tutur nya masih dengan nada lirih.

Aku tak menjawab, aku masih menangis begitu juga dengan seohyun yang masih melanjutkan kata katanya dengan isak tangis, “ kau tahu? aku ini sudah lama mengidap leukimia, dan waktuku didunia ini sudah habis Yoongie, sejak kecil memang aku sudah mengidap penyakit itu dan sekarang sudah stadiu akhir, ku mohon untuk terakhir kali nya saja, aku meminta seperti ini pada mu, “ ia pun terus memohon padaku agar aku menerima semua syarat nya.

“ tapi aku tak bisa? Aku tahu kyu oppa sangat mecintaimu dan mungkin ia tak akan pernah membuka hati nya pada yeoja lain? Dan aku juga tak bisa menyakiti hati kibum oppa, “ tutur ku lembut.

“ jebal, hiks hiks hanya ini yang ku ingin kan, buatlah kyu oppa mau menerima mu yoongie, jebal, “ kini kudengar ia suara nya yang melemah, aku yang tak tega pun terpaksa mengangguk setuju.

“ jeongmal? Kau m..mau melakukan n..nya demi.. aku, “ ujar nya terbata bata dengan volume suara yang kian meredup.

“ ne, hyunie, aku janji padamu, ini semua kulakukan hanya untuk mu, demi kau hyunie, “ ujarku. Tak lama setelah itu, Brrukk~, tubuh seohyun terjatuh di pangkuanku, “ HYYUUNNIIIEEEEEEE, “ pekik ku keras. Aku pun meminta tolong untuk membawa seohyun ke rumah sakit pada para pengunjung taman ini.

@@@@@

Kini aku, bersama keluargaku dan juga keluarga hyunie, serta kyu oppa mulai masuk ke rumah sakit yang merawat hyunie. Semua nya pun menangis di tempat ini, tanpa terkecuali kekasih nya itu, kyu oppa. Meski dia tak terisak, tapi air matanya selalu turun di kedua pipi nya.

“ hiks hiks, kyu oppa, tenanglah, hyunie hiks hiks pasti baik baik saja, “ ujarku menenangkan nya, meski aku sendiripun belum bisa tenang.

“ gomawo, yoong. “ ujar nya, kini ku  lihat ia hanya menunduk lesu.

Setelah 2 jam kami menunggu di luar, dokterpun keluar dari kamar seohyun itu. “ dok, eottokeh? Bagaimana kondisi puteri saya dok? “ ujar eomma dan appa seohyun. Bisa kulihat ia begitu panik.

“ untuk saat ini, saya masih belum bisa menjelaskan. Karena leukimia yang di deritanya itu sudah kian memburuk, tapi saya akan usahakan semampu saya untuk menolong puteri anda, “ ujar dokter itu.

Kami semua pun menangis sejadi jadi nya mendengar ucapan dokter itu. “ oh, ia apa disini ada yang bernama yoongie? “ tanya dokter itu, aku pun mengacungkan tanganku.

“ ne, saya dok ada apa ne? “ tanya ku yang bingung dengan pertanyaan dokter tadi.

“ tadi, nona seohyun memanggil nama anda, dan kini memang kondisinya sudah sadar. Tapi ia masih sangat lemah, jadi saya harap anda bisa menemaninya sebentar, “ ujar dokter itu.

Aku pun meminta izin kepada semua orang yang ada disini, “ yasudah yoongie, palli temui hyunie, “ ujar appa seohyun aku pun langsung mengangguk mantap.

Klekk~, pintu pun aku buka, ku lihat ia tak sadar akan ke datangan ku. Pandangan nya menoleh keluar jendela, dengan di temani boneka kecil yang selalu aku mainkan bersama nya. Memang boneka, itu adalah boneka ke sayangan kami sejak kecil, maka dari itu seohyun selalu membawanya.

“ h..hyunie, hiks hiks, “ ucap ku lirih dengan air mata yang terus mengalir. Dia pun menoleh ke arah ku. “ yoongie, jangan menangis, aku baik baik saja kok? Jebal, jangan menangis, hiks hiks, “ ia pun menangis sama seperti ku.

“ hyunie, aku..aku..aku akan memenuhi syarat mu, aku akan mewujudkan kengininanmu. Tapi, kumohon bertahanlah, “ ucapku ia pun tersenyum.

“ gomawo karena akhir nya kau mau mewujud kan kenginanku. Tapi, aku..aku ngghhhh, “ ucapan nya terpotong, ia pun tak sadarkan diri. Aku pun lekas memanggil dokter.

“dokterr, dokter,,dokter hiks hiks palli, tolong hyunie, “ujarku sembari menangis meraung karena aku takut terjadi sesuatu pada hyunie.

Dokter pun memeriksa ke adaan hyunie, setelah 15 menit dokter itu menghampiri kami dan berkata, “ jeosonghamnida, saya sudah berusaha semaksimal mungkin tapi tuhan berkehendak lain, “ tutur nya yang membuatku menangis menjerit.

“ hyyyyyyyyyuuuuuuuuunnnniieeee, “ pekik ku keras.

Flashback Off

Dan saat itulah mengapa aku selalu saja gencar membuat Kyu Oppa jatuh cinta padaku, itu semua demi Hyunie, demi Seo Joo Hyun sahabat sejati ku. Tapi, aneh nya ia selalu saja hadir dalam mimpi ku dan ia selalu ada ketika aku ingin berbicara dengan nya.

Yoona POV End

Author POV

“ sudah sampai, kajja kita turun, “ ujar kyuhyun membuat lamunan yoona terhenti, ia pun berjalan di belakang kyuhyun.

“ oppa, nanti kita pulang bersama, ne? “ ajak ku, ia hanya mengangguk setuju. Dan kami pun ke kelas masing masing.

TBC~~ !!

Jangan lupa comment yau !! gamsa ^_^

14 thoughts on “Oh…!! [chap.1]

  1. halo…. aku reader baru di sini kisah persahabatan seo sama yoong mengharukan banget ya….. lanjut ya… ffnya keren banget SSIIPPP….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s