First Love Forever [part.4]

Author: pingkan

Genre: [part] sad, romance, friendship

Main cast: Im Yoona >< Lee Donghae, Jessica Jung

Other cast: Cho Kyuhyun, Kim Taeyeon, Seo Joo Hyun, Park Jung Soo, Kwon Yuri

Raiting: general

Tittle: First Love Forever part 4

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Yoona pun terus menjerit dan berteriak-teriak memanggil nama Donghae, ia pun terus saja tak bisa tidur memikirkan hal yang baru saja ia alami. “Oppa, hikss hikss Oppa hikss hikks. Sebagaimana pun aku marah padamu, tapi kenapa aku tak pernah bisa untuk melupakanmu ataupun membencimu Oppa, ini sungguh sakit Oppa hiks hiks. Oppa apa kau tau? Aku akan selalu sabar menunggumu, tapi kau? Tak pernah sadar akan hal itu. Apa kau sungguh tak pernah menganggap ku lebih? Hiks hiks. Kau jahat kau sungguh jahat Oppa. Sangat sangat kau memang sungguh jahat, bahkan kau tak pernah membantuku untuk melupakanmu. Hiks hiks Opppaaaa” Yoona berteriak dalam diam. Ia hanya menangis namun tak dapat ia pungkiri bahwa ia tak bisa berbuat apa-apa saat ini.

Tak lama setelah itu Yoona pun tertidur dengan lelap seiring berjalan dengan suara tangisannya yang makin lama sudah tidak terdengar lagi.

Yoona POV END

Author POV

Pagi yang cerah kini mulai terlihat dengan cerah, namun tak secerah hati Yoona semalam. Ia sungguh tak sanggup bila harus bertemu dengan Sica ataupun Donghae nantinya. Karena ia sungguh tak bisa melihat hal seperti itu terus menerus tak lama setelah ia membuka mata, tampak sepasang yeoja dan namja yang masuk ke kamarnya tanpa permisi.

“Yoong, kau sudah bangun?” tanya Jessica ramah, dan menyadari ke kagetan Yoona yang melihatnya pagi-pagi sekali sudah mengunjungi rumahnya. “tadi aku itu sudah izin kok sama ahjjumma, dan ia menyuruh kita untuk membangunkan mu, tapi kau malah sudah bangun sukurlah,” jelas Jessica pada Yoona yang kini hanya diam tak berbicara apapun, hati Yoona masih sakit mengingat hal tadi malam.

“Yoong,” ucap Donghae kini di depan yeoja itu. Yoona tampak acuh dengan Donghae namun batinnya berkata lain ‘mian Oppa, untuk sekali saja kau jangan pernah memperhatikanku kalau kau memang tak akan pernah bersamaku selamanya. Hal itu hanya membuatku sakit Oppa’ batin Yoona yang masih diam pada posisinya di atas ranjang.

“Yoong, dengarkan aku, mian tak seharusnya aku sekasar itu padamu. Ntah setan apa yang merasuki diriku sehingga aku tak tau arah seperti itu, mianhe Yoong, ku mohon maafkan aku,” Donghae tertunduk lesu. Hanya helaan napas Yoona yang dapat ia dengar.

‘Oppa aku sungguh tak tau, apa yang harus kulakukan, dalam hatiku aku ingin sekali memaafkanmu. tapi aku sadar oppa orang yang kau cintai saat ini bukan aku, tapi Sica Eonni, jadi aku harus belajar melupakanmu. Tapi kini sikapmu membuatku luluh Oppa, aku tak tau apa yang harus aku lakukan’ batin Yoona sambil terus memandang Donghae yang kini tertunduk di depannya.

Dengan kesiapan yang pasti ia beranjak dangan mengangkat wajah Donghae dengan tangannya yang masih sangat mungil itu. “oppa tak apa aku sudah memaafkan kalian, percayalah,” senyum Yoona kini tersungging indah di wajahnya.

Donghae dan Jessica tampak kaget, karena mungkin yang ia pikirkan malah Yoona mengusir mereka dari rumahnya. ‘sungguh baik Yoona ini, tak salah aku menyayanginya, tapi apa yang aku lakukan? Aku malah membuatnya sedih seperti itu, huh aku akan mendekatkan Yoona ke Donghae Oppa. Dan pantas saja Donghae Oppa sangat menyayangi gadis itu, karena ketulusan hatinya yang luar biasa bagai peri’ batin Jessica sambil memeluk Yoona erat.

‘dia sungguh bagaikan malaikat kecil yang slalu ada untukku, ia slalu saja bisa memaafkanku. Meskipun kadang aku terus melukainya, sabarlah Yoong, Oppa akan menyatakan cinta Oppa ini kalau kita sudah beranjak dewasa. Oppa sudah tidak sabar Yoong menanti hari itu, apalagi melihat wajah cantikmu bila besar nanti apakah seperti malaikat?’ batin Donghae sambil senyam senyum sendiri.

“hei, Oppa kenapa senyam senyum seperti itu, apa kau sudah gila?” tanya Yoona yang mendapati Donghae tersenyum seperti itu.

“Hya, Yoong, kau jahat sekali sama Oppamu yang tampan ini,” rengek Donghae manja pada Yoona, Jessica yang melihat itu hanya terkekeh geli melihat pasangan yang sama-sama menyembunyikan Cinta.

“hei, Oppa kenapa jadi manja seperti itu, aish, apa Oppa bilang? Oppa tampan, mana mungkin,” cibir Yoona melihat ke lakuan Donghae itu.

“Hya, kau ini, aish, sudahlah,” ucap Donghae mencubit pipi Yoona dan mengacak-ngacak rambut Yoona.

“hem,” deheman Jessica memecahkan suasana itu. Donghae dan Yoona pun langsung berhenti seketika. “apa kalian tega membiarkan aku seorang diri. Seperti orang yang tak punya teman, hah?” rengek Jessica manja kepada Yoona dan Donghae. YoonHae pun terkekeh pada Jesica yang seperti balita itu.

“aish, Eonni, aku tak akan membiarkan mu seorang diri. Karena aku sayang Eonnie,” ucap Yoona memeluk Jessica, Jessica pun membalasnya dengan senyum kebahagiaan. “yasudah kau mandi sana, aku dan Donghae Oppa menunggumu di bawah.” Perintah Jessica.

“sip eonni ku yang cantik,” ucap Yoona mencium pipi Jessica dan mlangkah kekamaar mandi. “dasar anak itu,” desis Jessica melihat kelakuan Yoona dan Donghae pun tersenyum karena semuanya sudah baik-baik saja.

Tak lama setelah itu, Yoona pun menuju ke lantai bawah. Ia bagaikan miss univers yang baru saja turun dari tangga. Donghae pun hanya berdecak kagum melihat Yoona. “yasudah eonnie, Oppa ayo kita main,” ucap Yoona menyadarkan HaeSica yang menatap Yoona.

“yasudah kajja,” ajak Donghae. Dan mereka pun menaiki sepeda mereka ke taman.

*****

“wah, kalian kok tumben datengnya ber tiga?” tanya Yuri, yang melihat YoonHaeSica itu.

“hehe, iya tadi aku dan Donghae Oppa nyamper Yoona dulu,” jawab Jessica mencubit pipi Yoona dengan gemas.

“appo eonnie,” ucap Yoona mengelus pipinya.

“hehe, habis kau itu membuatku gemas,” ucap Jessica lembut.

“oiya Sica bisakah kau menemaniku dan Leeteuk Oppa? “ tanya Taeyeon ke arah Jessica.

“ne. Aku ikut, oiya Yul,Seo,Kyu juga harus ikut ya,” ucap Jessica yang ingin menjalankan rencananya membuat Yoona bahagia di sisi namja yang Yoona sayangi.

“ne, tentu saja, kajja, annyeong Yoong, Hae,” ucap Semuanya meninggalkan mereka berdua.

Tak ada pikiran yang melintas di pikiran Yoona maupun Donghae bahwa semua ini rencana Jessica agar mereka dekat. Donghae hanya bisa duduk di dekat Yoona keduanya pun tampak canggung satu sama lain. “hei, Yoong, bisakah besok kau kerumahku?” tawar Donghae untuk menutupi rasa canggungnya dan juga rasa detak jantungnya yang sangat cepat itu.

“ne, Oppa. Memanag ada acara apa?” tanya Yoona bingung. “tidak ada acara penting namun aku ingin saja mengajakmu main di rumahku bagaimana? Mau tidak?” tanya Donghae pada Yoona.

“ne Oppa. Yasudah aku sedang ingin bermain sepeda, ayo Oppa kita balapan, bagaimana?” tawar Yoona pada Doghae. “yang kalah harus membelikan es krim, setuju?” lanjut Yoona lagi.

“ne, baiklah,” ucap Donghae.

*****

Besoknya Yoona yang datang kerumah Donghae sangat bingung, dan canggung sekali karena ia gugup kalau harus kerumah Donghae. “oh Yoona-ah ada di sini, kau cantik sekali gadis kecil,” ucap eomma Donghae lembut. “ah, ne ahjjumma. Donghae Oppa ada?” tanya Yoona yang meninggalkan sepedanya dan masuk kerumah Donghae.

“sebentar ahjjumma panggilkan, Hae-ah ada Yoona di bawah,” teriak eomma Donghae memanggil anaknya itu. “ne, eomma sebentar,” Donghae pun turun ke bawah dan mendapati Yoona sedang duduk di sana.

“ayo Yoong, kita kebelakang rumah ku,” ucap Donghae sambil menggenggam tangan Yoona lembut. “ah, ne,” ucap Yoona, pipinya merona seketika atas perlakuan Donghae kepadanya.

“nah, sekarang kau duduk di sini dulu ya,” ucap Donghae yang memegang bahu Yoona yang menyuruhnya duduk di kursi di hadapannya. “ah ne Oppa, tapi apa yang ingin kau lakukan Oppa? Aku jadi bingung,” ucap Yoona polos, Donghae pun hanya terkekeh geli melihat kelakuan Yoona itu.

“aku mau bakar sate , kamu tunggu dulu ya biar aku siapkan,” Donghae pun berlalu meninggalkan Yoona dan pergi menyiapkan bahan-bahannya. Tampaklah Appa Donghae dan eomma Donghae menghampiri Yoona yang terduduk sendirian.

“eh, Yoona-ah kok sendiri? Donghae mana?” tanya Appa Donghae melihat Yoona yang hanya sendirian. “ah, itu Donghae Oppa,” ucap Yoona yang mendapati Donghae kearahnya.

“oh, jadi mau bakar sate, yasudah Apa Ahjjusi dan Ahjjuma boleh ikut?” tanya eomma Donghae. “tentu saja Appa eomma,” ucap Donghae. Mereka ber empat pun membakar sate bersma-sama dan tertawa bersama sama.

“Hae-ah beri sate yang eomma sudah spesialkan ini ke Yoona, eomma sungguh senang melihat ia sekarang, tampak sangat cantik walaupun masih kanak-kanak,” ucap eomma Donghae tulus, Yoona yang mendengar itu hanya menunduk malu dan pipinya merona seketika.

“Yoong, ini untuk mu,” ucap Donghae sambil duduk di depan Yoona. “ah, ne Oppa,” pipi Yoona semakin memanas seketika dan detak Jantungnya makin tak terkendali saat ini.

Setelah Yoona dan keluarga Donghae bercakaap-cakap tentang banyak hal, Yoona pun segera izin kepada Oemma dan Appanya Donghae. Tak lupa ia membungkuk hormat terhadapnya. Setelah itu Donghae pun mengantar Yoona pulang dengan sepeda kecilnya itu.

*****

Di taman itu sudah ada beberapa anak yang menunggu kedatangan Donghae. “kok tumben Donghae Hyung, telat sih,” omel Kyuhyun gak Jelas. “aish, tenanglah sedikit,” ucap Leeteuk memelototi Kyuhyun yang tak sabaran itu.

“ah, mian aku telat tadi sepeda ku rusak jadinya aku jalan deh kesini,” ucap Donghae yang baru tiba sambil menghela napas panjang. “ah, ne tak apa Donghae Oppa,” kini Taeyeon yang menjawab.

Mereka pun terus bermain bersama-sama sampai kini mereka naik kelas yaitu Kyu,Teuk,Hae kelas 4 SD dan Tae,Yul,Sica,Seo,Yoon kelas 3 SD. persahabatn yang sangat indah sudah terjalin lama diantara mereka semua, mereka sudah mengenal masing-masing kepribadian sahabat mereka yang mereka kenal sejak balita.

*****

Di rumah Donghae, tampak sekali ia bingung kenapa Appanya memanggilnya dan membicarakan hal yang serius di ruang keluarga. Perasaan Donghae kini mulai tak tenang, ia takut akan apa yang di katakan Appanya nanti, disana duduklah Donghae, eommanya dan Appanya. “Hae-ah ada yang ingin Appa katakan padamu,” ucap Appa Donghae serius.

“ne, Appa. Wae?” tanya balik Donghae. “kita harus pindah dari sini nak, Appa harus mengurus pekerjaan apa di pulau JeJu. Appa sebenarnya berat memberitahukan ini kepadamu, mengingat kau sudah bersahabat lama dengan kawan-kawanmu itu. Appa bingung harus berbuat apa lagi Hae-ah,” ucap Appa Donghae menyesal.

“anio Appa, gwenchana lagi pula sahabat ku itu akan mengerti kok, dia kan sudah mengenalku cukup lama, jadinya dia pasti mengerti,” bohong Donghae, ia hanya menampakan senyum yang ia paksakan dihadapan ke dua orang tuanya itu.

“Hae-ah, gomawo, karena kau slalu bisa mengerti keadaan keluarga kita, Appa dan eomma sungguh bangga kepadamu nak,” ucap eomma Donghae memeluk Donghae. Dan Appanya pun tersenyum senang karena Donghae setuju untuk pindah ke pulau Jeju.

Donghae POV

‘oh Tuhan  bagiamana ini, apa aku harus pergi meninggalkan sahabatku dan juga orang yang aku sayang? Tapi aku sungguh tak bisa menentukan keputusan untuk saat ini, ini pilihan yang sangat sulit ya Tuhan, karena aku bingung harus memilih sahabat atau keluarga. Tapi aku pasti akan memilih keluarga, karena aku kan masih kecil, mana mungkin aku akan memilih tinggal disini, seorang diri. Kurasa aku sudah tau jawabannya. Ya meskipun aku harus kehilangan banyak cinta disini,’ batin Donghae.

“Aku pun melangkahkan ke kalender yang tergantung dikamarku, aku akan pergi lusa jadinya hanya tinggal besok aku bisa bermain dengan sahabatku itu. Tapi, bagaimana perasaan mereka ya kalau aku pergi. Tapi yang paling aku khawatirkan adalah Yoona. Karena ia segalanya untukku. Yasudahlah, lebih baik aku tidur saja besok aku akan memberi tahukan mereka semua,” gumam Donghae.

Donghae POV END

Auhtor POV

Di taman, nampak kini ia sungguh tak bersemangat karena ini akan jadi waktu terakhirnya. Ia pun bingung harus bersikap bagaimana pada Yoona, jika Yoeja itu tiba. Terbesit dipikarannya untuk mencoba menjauhi Yoona, karena ia ingin Yoeja itu tidak bersedih saat ia pergi. Namun sebenrnya ia tak sanggup melakukan hal itu, namun demi kebaikan semuannya ia terpaksa melakukan hal itu. “Hae-ah Waeyeo? Tak semangat sekali kau hari ini?” tanya leeteuk pada donghae yang sedang termenung di taman.

“aniyo Hyung, Hyung, ada yang harus ku katakan padamu. Tapi sebaiknya kau jangan ceritakan ini pada para yoeja apa lagi Yoona, aku tak ingin ia mengetahui hal ini,” Ucpan Donghae terpotong oleh Leeteuk. “memang ada apa Hae-ah? Jangan bilang kau mau pergi dari sini? “ tebak Leeteuk asal.

“ne, Hyung. Itu yang ingin ku katakan, Appaku akan pindah ke Jeju dan akan tinggal disna dalam jangka waktu yang lama, dan aku tak punya pilihan lagi Hyung,” tunduk Donghae ia pun lemas setelah bercerita pada Hyungnya itu.

“anio, Hae-ah tak apa kelak semua orang akan mengerti terutama Yoona-ah, arraseo,” ucap Leeteuk bijak. “ne. Hyung gomawo,” Donghae pun tersenyum dan kembali ke teman-temannya yang lain. Donghae melihat Yoona yang kini tersenyum padanya namun ia bersikap acuh pada Yoona dan membiarkan Yoona sendirian. Leeteuk yang melihat hal itu, sudah mengetahui apa maksud Donghae pun tak dapak berbuat apa-apa.

‘aneh, sekali Donghae Oppa, apa yang terjadi padanya?’ batin Yoona yang menunduk lesu. ‘mian Yoona bukan maksud Oppa, membencimu tapi Oppa tak ingin kau sedih melihat Oppa meninggalkan kalian. Oppa hanya ingin kau bahagia Yoona-ah, hanya itu yang Oppa ingingkan,’ batin Donghae.

Suasana di sana tampak canggung sekali, apa lagi Donghae yang terus bersikap sinis pada Yoona, tapi tidak dengan yang lain. ‘aneh, sungguh aneh sekali Donghae Oppa. Tak biasanya ia marah pada Yoona, sebenarnya apa yang terjadi saat ini’ batin Jessica yang melihat ekspresi Yoona yang tak begitu semangat dan di tambah Donghae yang bersikap acuh pada Yoona.

“eonni, gwenchana kok diem ajah, ayo sini kita main,” ucap Seohyun yang menyadari Yoona hanya diam memandang mereka yang sedang tertawa bersama-sama. “ah, ne seohyun,” Yoona pun menghampiri Seohyun, saat Yoona ingin duduk. Tiba-tiba Donghae pergi dari taman dan pulang kerumahnya.

‘mianhe, Yoona aku tak bisa berlama-lama menatapmu, aku takut aku tak bisa pindah dengan tenang melihatmu sedih saat aku pindah nanti. Karena hanya kau lah yang paling aku takutkan Yoona. Jadi untuk saat ini lebih baik kita jaga jarak’ batin Donghae sambil menuju rumahnya.

“dia kenapa? Aneh sekali,” ucap Kyuhyun yang menyadari ke anehan di diri Donghae. “molla,” jawab semuanya kecuali Yoona. Ingin rasanya ia menangis saat itu juga namun ia tak ingin semua orang tahu akan perasaannya.

Yoonapun tanpa sadar mengeluarkan bulir bening dari matanya itu. Ia menangis saat ini juga, tak perduli sahabatnya akan berpikir yang macam-macam karena ia sungguh tak kuat akan semua ini. “Yoong, gwenchana? Jangan menangis, kau kenapa?” tanya Yuri yang baru menyadari Yoona menangis dalam diam.

“_” Tak ada suara dari Yoona ia pun hanya bisa menundukan wajahnya. Seohyun dan Jessica pun lekas memeluk Yoona di ikuti Taeyeon dan Yuri. Bukannya membuat Yoona berhenti, ia malah menangis dan mulai membuka suarannya.

“apa aku yang menyebabkan Donghae Oppa pergi?” tanya Yoona memandang yang lain. Yang lainnya terkejut atas pernyataan Yoona, namun hanya Leeteuklah yang mengetahui akar masalah ini semuanya.

‘mian Yoona-ah Oppa tak bisa memberi tahumu Oppa sudah berjanji pada Donghae dan tak akan ada yang tau masalah ini. Jadi maafkan Oppa sekali lagi, biarlah waktu yang akan menjawab semuanya’ batin Leeteuk yang sedih melihat Yoona seperti itu tapi ia hanya bisa pasrah.

“eonnie. Bukan kau yang menyebabkan Donghae Oppa seperti itu,” Seohyun pun mencoba menghibur Yoona. “ne, Yoong, kau itu tak salah apa-apa, jadi jangan menangis Ya?” ucap Yuri yang berada di samping Yoona.

*****

Donghae kini sudah jauh dari Seoul dan kini ia menetap di Jeju. Ia merasa kehilangan semuannya saat ini, namun ia pasrah akan keadaan biarlah Tuhan Yang menjawab ini semua. Kalau memang ia ber jodoh pasti ia akan bertemu lagi dengan Yoona di kemudian hari. Ia pun harus menjalani kehidupannya disini di mulai dari awal, seperti mencari sekolah baru, teman baru, tapi tidak untuk cinta pertamanya yang ada di Seoul siapa lagi kalau bukan Yoona.

*****

Kini Yoona tumbuh menjadi seorang anak-anak yang akan menginjak remaja, usianya 14 th namun, ia daya ingatnya masih cukup tajam. Ia mengingat masa kecilnya bersama namja yang ia sendiri tak tau bagaimana kabarnya dan apakah namja itu masih hidup? Yoona pun tak tau. Tapi ia masih sering mengunjungi taman dimana kejadian 6th lalu, yang membuatnya bisa merasakan indahnya yang namanya cinta.

Flashback OF

Yoona yang masih mengingat kejadian masa lalunya itu hanya berharap bahwa Yoona akn selalu menunggu namja yang tak tahu keberadaannya dimana.

“Oppa aku sudah mulai lelah menunggumu 6th terakhir ini, apa kau tak pernah berharap bertemu lagi denganku Oppa, hikss hikss palli Oppa kembalilah padaku,” tangis Yoona pecah dan ia pun memutuskan untuk menyerahkan semuanya pada Tuhan untuk kejadian selanjutnya.

END / TBC

Di mohon Commentar nya yah chingu, aku bingung mau aku akhiri apa aku lanjutin. Kalo aku lanjutin berarti itu aku tambahin sama imajinasiku coz’a pngalamanku hanya sampe sini duang. Karena sampai saat ini aku pun gak pernah nemuin dia sampe aku nginjek umur 14th. *plak, kok aku jadi curhat,hehe mian ya chingu ^^#. So jangan lupa RCL oke ^^

11 thoughts on “First Love Forever [part.4]

  1. chinguuu… jeball lanjutin aja yahh jadi tambahin Fiksinya buat YoonHae bersatu..
    ayolahh chinguuu jeballl *pake puppy eyes*
    ditunggu yahh chinguuu lanjutannya + happy end kkkk~ #pinginnya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s