My Dongsaeng

Author: pingkan

Genre:  sad, family.

Main cast: Im Yoona & Seo Joo Hyun

Other Cast:  Kim Taeyeon, Park Jungsu, Kwon Yuri, Lee Donghae, dll.

Raiting: General

Lenght : OneShoot

Tittle: My Dongsaeng

Annyeong readers jumpa lagi dengan saya, di acara jreng jreng jreng (mian readers author gak tau nama programnya, hehe). Mian juga kalo makin gaje dan typo ya? Sudah dari pada kbanyakan omong , so happy reading ! ^^

@@@@@

Nama ku Park Yoona, aku adalah seorang yeoja yang bisa di bilang sempurna, namun hanya satu yang masih mengganjal pikiranku yaitu Cinta Sejati yang belum ku temukan. Banyak yang bilang aku ini adalah yeoja yang sangat beruntung mempunyai paras cantik, kaya raya, baik, sopan, sangat pintar, dll. Namun itu yang membuatku jengah, karena banyak namja yang selalu mengincarku hanya karena hal seperti itu.

Aku punya seorang adik yang bernama Park Seohyun, dia juga bisa dibilang hampir sempurna sepertiku, namun dia mempunyai kekurangan pada otaknya, yaitu kurang pandai dalam segi pelajaran namun sangat pandai dalam dunia seni, apalagi dalam bidang tarik suara. Suaranya yang sangat indah, dan sangat merdu untuk didengar.

Aku tak tahu apa apa sebelumnya, namun yang ku tahu adalah sebuah rahasia yang aku sendiri tak tau mengapa ini harus di rahasiakan. Seohyun itu ternyata hanya anak angkat Eomma dan Appa ku, pantas saja sikap Eomma pada Seohyun sangat berbeda jauh denganku. Sikap Eomma acuh sekali terhadap Seohyun, namun bila dengan ku ia akan menjadi ibu yang sangat manis dan baik hati. Sikap Eomma ini ku ketahui sewaktu Seohyun SMP, ia mengalami kecelakaan dan ternyata darah ku, Appa, dan Eomma tidak ada yang cocok dengannya.

Flashback On

Tampak situasi yang sangat genting, dan aura kesedihan kini mulai menyelimuti ruangan rumah sakit di Seoul Hospitol. Para Dokter sedang sibuk memberikan pertolongan yang paling akurat terhadap yeoja yang terbaring lemah tak berdaya di ranjang rumah sakit ini. “ mianhe tuan, nyonya, pasokan darah di Rumah Sakit ini telah habis, apa bisa kalian mendonorkan darah kalian? Karena ini sangat genting, “ ucap Dokter yang menangani Seohyun itu.

“ ne, Dok, “ ucap Yoona beserta Taeyeon (eommanya) dan Leeteuk (appanya). “ mari ikuti saya keruangan pengambilan darah, “ ucap Dokter tersebut memimpin. ‘ tuhan, selamatkanlah dongsaengku tercinta tuhan, jangan kau ambil nyawanya tuhan aku belum sanggup kehilangannya ‘ batin Yoona.

Setelah beberapa menit melakukan pemeriksaan. “ mianhe, Tuan, Nyonya, mengapa darah kalian tidak Cocok dengan putri anda sendiri, dan gadis manis ini darahnya juga tidak cocok sama sekali pada nona Seohyun, “ Dokter tersebut bingung, dengan kenyataan yang dilihatnya.

“ MWO ! apa kau tidak salah Dok? Mana mungkin ?” ucap Yoona tak percaya. “ chagi-ah tenanglah, arra ?” ucap Taeyeon menenangkan putrinya.

“ ne, nona sample darah menunjukan hasil yang akurat mana mungkin saya berbohong. Kalau begitu saya usahakan mencari pendonor saja, saya permisi annyeong,” Dokter itu pun berlalu meninggalkan Yoona yang sudah terisak menerima kenyataan bahwa, Seohyun Dongsaeng tercintanya bukanlah Dongsaeng kandungnya.

Flashback Off

Dan Sikap Eomma ini lah yang semakin lama membuat tali persaudaraan ku dengan Seohyun menjadi renggang. Ku sadari bahwa mungkin Seohyun sungguh menginginkan kasih sayang seorang Eomma, karena ia hanya mendapat kasih sayang dari Appa. Aku dan Seohyun saling iri satu sama lain, ini di karenakan sikap Eomma yang membebaskan Seohyun dalam menjalani aktifitasnya dan hal itu yang aku inginkan, terbebas dari kekangan Orang tua.

Sedangkan Seohyun mungkin ia iri padaku karena kasih sayang eomma yang sungguh besar, yang tak pernah ia dapatkan, Sikap Seohyun juga tak jarang sinis terhadapku apabila Eomma sedang memanjakanku.

Flashback On

Di Ruang tamu, nampak sepasang keluarga yang sedang tertawa bersama menambah keharmonisan keluarga tersebut. “ Eomma lihat, aku mendapat nilai 100 ulangan Matematika, aku hebat kan ?” ucap Yoona yang datang membawa buku hasil ulangannya dan di tunjukan pada Taeyeon.

“ ne, chaagia kau memang pintar, anak siapa dulu? Kau kan anak Eomma, “ Taeyeon kini memeluk Yoona dengan penuh cinta. Seohyun yang melihat itu pun hanya menghela napas, ia sungguh iri saat ini, namun ia teringat kemarin ulangan Matematikanya juga mendapat nilai 100, yah meskipun ini sungguh jarang sekali.

“ Eomma, Lihatlah, aku juga mendapat nilai 100 “ Seohyun menyodorkan buku Matematikanya di hadapan Taeyeon. Namun Taeyeon hanya melihat sekilas dan beralih tetap memeluk Yoona dengan Sayang.

“ Chagi-ah, kau juga sungguh hebat, Appa bangga mempunyai anak seperti kalian yang sangat cantik dan pintar, “ ucap Leeteuk pada Seohyun dan Yoona.

“ saeng kau sungguh hebat, aku bangga padamu, “ Yoona kini beranjak ingin memeluk Seohyun namun dengan cepat di tepis oleh Seohyun.

“ tidak usah bersikap manis di depanku eon?” ucap Seohyun lantang.

Taeyeon yang melihat Yoona di perlakukan seperti itu balik membentak Seohyun “ Ya, anak kurang ajar, siapa yang mengajarimu membentak Eonnimu, hah? “ ucap Taeyeon lantang dan PLAK, sebuah tamparan kini mendaratdi pipi Seohyun, Seohyun langsung berlari kekamarnya dengan isak tangisnya.

“ Eomma, apa yang kau lakukan? Wae Eomma? Aku sungguh tak apa di perlakukan seperti itu, namun Eomma sungguh kelewatan, kenapa Eomma menampar putri Eomma sendiri, “ ucap Yoona sambil menangis melihat Dongsaengnya di perlakukan tak adil.

“ mian, chagi-ah tapi dia sungguh tak tahu malu. Masih mending aku mau mengurusnya,” ucap Taeyeon Keras yang sukses membuat Seohyun mendengar semua itu.

“ chagi-ah jangan pernah meributkan hal itu lagi, Dengar, Seohyun itu tetap anak kita, arra? “ Leeteuk kini menasehati istrinya itu.

“ Shiero, aku tak mau mempunyai anak yang bukan anak kandungku sendiri, “ kini Taeyeon berteriak keras yang membuat Seohyun tahu semuanya, mengapa ia di perlakukan tidak adil oleh Eommanya sendiri.

“ Eomma, kau sungguh kejam,” ucap Yoona berlari kekamarnya dengan penuh air mata.

Flashback Off

Saat ini Usia Yoona sudah mencapai 23 th dan usia Seohyun masih 21 th. Namun sikap Taeyeon masih sama seperti dulu selalu mengacuhkan Seohyun, dan selalu menyayangi Yoona. Hal itulah yang membuat Seohyun membenci Yoona, karena ia iri pada Eonninya yang selalu di puja puja di manapun ia berada. “ Seohyun-ah kau belum tidur? “ tanya Yoona pada Seohyun yang sedang berdiri di balkon rumah yang bak Istana itu.

“ bukan urusanmu Eonni, dan jangan pernah bersikap manis di depanku , arra ?” ucap Seohyun lantang sambil menunjuk wajah Yoona dan berlalu meninggalkan Yoona yang diam memamtung.

“ segitu bencinya kah kau Hyunie pada Eonnimu sendiri, Eonni sangat menyayangi mu Hyunie, hiks hiks, “ tangis Yoona, namun masih sempat terdengar oleh Seohyun.

Seohyun POV

“ segitu bencinya kah kau Hyunie pada Eonnimu sendiri, Eonni sangat menyayangi mu Hyunie, hiks hiks, “ Yoona Eonni menangis, apa sekejam itu kah sikap ku padanya? Aku sungguh tidak tahu harus bersikap bagaimana padamu Eon, jika aku melihat Eomma memperhatikanmu itulah yang membuatku sakit Eon.

Aku berjalan menuju kamarku yang berada tak jauh dari kamar Yoona Eonni.

“ Eonni mian atas semua kelakuanku, aku tak tahu kenapa aku harus bersikap seperti itu padamu. Dalam diriku ada perasaan marah karena Eomma slalu membanding bandingkan kita. Namun di sisi lain aku menderita Eon melihat kau yang slalu ku jauhi, Eonni aku sangat menyayangi mu, hiiks hiiks hikks hikks,” tangis ku pun pecah seketika.

‘ oh tuhan tolong sadarkanlah Eommaku agar ia bisa menerima ku disini. Dan juga tolong bantulah aku menahan emosiku agar aku tak melihat Eonni yang paling menyayangiku itu menderita, Tuhan, bantu aku menghadapi segala beban ini hikks hiks hiikks hikks ‘ gumamku.

Seohyun POV End

@@@@@

Di kampus, Yoona yang baru memasuki semester 3 kini datang lebih awal untuk melihat kelas Seohyun yang baru memasuki semester 1. “ Hyunie, kenapa tadi kau tak sarapan dulu ? “ tanya Yoona saat ia menemukan Seohyun.

“ bukan urusanmu Eon, sudahlah Eon jangan pernah perdulikan aku lagi, arra ?” ucap Seohyun berlalu meninggalkan Yoona. Yoona kini hanya menghela napas, dan pasrah atas sikap Seohyun.

“ Yoong gwenchana? Kau sudah sarapan tadi sebelum ke kampus? “ tanya Yuri sahabat Yoona. “ ne, Yul aku sudah sarapan, “ ucap Yoona sambil menundukan wajahnya.

“ lantas kenapa kau tak bersemangat hari ini, “ tanya Yuri antusias. “ tak apa Yul, sudah lah jangan khawatir, “ bohong Yoona.

“ pasti masalah Seohyun lagi kan? Kenapa kalian sering bertengkar terus sih, aku bingung jadinya. Lagi pula kalian itu kan saudara, iyakan? “ ucap Yuri sambil merangkul Yoona.

“ hem, “ Yoona hanya berdehem menjawab pertanyaan Yuri. “ yasudah Yul, kajja kita ke kelas, “ ucap Yoona menggandeng tangan Yuri.

“ ne, “ ucap Yuri yang masih menggandeng tangan Yoona.

@@@@@

Di Taman Kampus, nampak Seorang yeoja yang duduk di bangku Taman Kampus. “ hey, chagi-ah kau makin Cantik hari ini aku semakin menyayangimu, “ Goda Donghae pada Yoona yang sedari tadi hanya duduk di bangku taman, sambil merangkul Yoona.

“ Kya Oppa, apa yang kau lakukan, huh. Jangan mentang mentang kau itu calon suami ku kau bisa seenaknya hah? Aku sudah bilang kan aku tak menyukai mu, arra ?” bentak Yoona kasar.

“ sudahlah chagi, jangan marah marah seperti itu meski kau menolak perjodohan ini, namun kau hanya akan tetap menjadi milikku, arraseo, “ kini Donghae makin meninggikan suaranya.

“ Shiero Oppa, aku tak mau “ ucap Yoona. PLAKK, sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Yoona. Seohyun yang tak sengaja lewat, langsung menghampiri Yoona dan Donghae.

“ jangan pernah kau berani berbuat seperti itu lagi pada Eonni ku arra? Lebih baik kau pergi dari sini Lee Donghae, “ ucap Seohyun lantang. Yoona yang hanya menyaksikan Seohyun hanya menganga tak percaya, baru kali ini dongsaengnya bersikap baik padanya.

Donghae pun langsung pergi dari hadapan Yoona dan Seohyun. Kini hanya ada Seohyun dan Yoona di Taman Kampus. “ gomawo, Hyunie, “ ucap Yoona tulus.

“ hem, tidak usah berlebihan Eonni, “ ucap Seohyun sinis. “ tapi bagaimana pun aku banyak berterima kasih padamu Hyunie, “ kini mata Yoona pun mulai berkaca kaca. Yoona melangkah mendekat untuk memeluk Seohyun, namun Seohyun menepis tangan Yoona kasar.

“ H..hyu..Hyunie hiks hikss hiks, “ tangis Yoona pun pecah ia ingin sekali memeluk Seohyun saat ini. Namun berbeda dengan Seohyun yang tak ingin sama sekali untuk di peluk Yoona.

“ jangan pernah kau tunjukan tangisanmu itu Eonnie, sebagaimana pun aku membencimu aku tak akan pernah bisa melupakan kasih sayang ku padamu Eonnie hiks hiks, “ kini air mata yang Seohyun bendung dengan kuat, tak dapat ia tahan lagi. Kini air matanya sudah mengalir deras.

“ Hyunie, apa kau b..ber..bercanda? “ tanya Yoona tak percaya. “ sudah lah Eonnie lupakanlah kata kata ku itu, “ ucap Seohyun berlalu meninggalkan Yoona.

@@@@@

Di Rumah, nampak Taeyeon yang sedang menunggu putrinya pulang dari Kampus. “ Yoong, kenapa baru pulang chagi-ah, Eomma menghawatirkan mu, “ ucap Taeyeon yang langsuk memeluk Yoona yang baru tiba di Rumah, Seohyun yang berada di belakang Yoona hanya menghela napas dan langsung naik kekamarnya.

“ Eomma, jangan seperti itu. Aku bukan anak kecil lagi Eomma, aku ingin Sepereti Seohyun yang Eomma bebaskan dan tak Eomma kekang seperti ini,” ucap Yoona melepaskan pelukannya pada Taeyeon.

“ apa yang kau bicarakan chagi, Eomma hanya kau tak ingin kenapa napa itu saja. Dan jangan pernah kau mencoba ingin menjadi anak itu, Eomma tak akan biarkan kau menjadi anak seperti DIA, arra? “ kini Taeyeon menasehati putrinya sambil memberi penekanan pada kata DIA, untuk menyinggung Seohyun.

“ Eomma, kau tidak pernah berubah hiks hiks, Eomma ingat dia itu juga putri Eomma. Eomma harus bersikap wajar juga padanya, Eomma tak boleh seperti ini hiks hiks, “ tangis Yoona.

“ Eomma tak bisa chagi, Eomma tak bisa mian, mianhe, Eomma tak ingin menganggap dia sebagai putri kandungku, karena dia memang bukan putri kandungku, hiks hiks, “ kini Taeyeon ikut menangis.

“ Eomma sadarlah, Seohyun sangat menyayangi Eomma, meski Eomma tak pernah tahu betapa besarnya rasa sayang Seohyun pada Eomma. Ia tak pernah membenci mu Eomma, ingat itu, ku mohon Eomma hiks hiks demi aku, “ kini Yoona tertunduk lesu sambil terus menangis.

“ ne, Yoong, Eomma akan berusaha bersikap baik juga padanya. Karena Eomma sangat menyayangimu juga Eomma menyayanginya, “ ucap Taeyeon memeluk Yoona.

“ gomawo Eomma, Eomma kau sungguh baik, aku bangga padamu Eomma, “ ucap Yoona mencium pipi Taeyeon.

“ tapi kau juga harus mau ya menikah dengan Donghae? Dia itu namja yang baik Yoong, “ ucap taeyeon lembut. Yoona hanya memberi senyum pada Taeyeon, meski hatinya berkata lain.

‘ Eomma mian, aku tak bisa berjanji memenuhi permintaanmu aku tak menyukai Donghae Oppa Eomma, aku tak mencintainya. Aku hanya ingin menikah dengan namja yang aku cintai dan itu bukan dia Eomma, ‘ batin Yoona.

@@@@@

Pagi Hari, saat sarapan. Nampak Taeyeon yang sedang mengolesi roti dan menyiapkan susu untuk keluarganya. “ Hyunie, kau mau pakai selai apa? Stroberi atau Coklat, “ Ucap Taeyeon lembut dan mengusap puncak kepala Seohyun.

Semua mata memandang kaget sikap Taeyeon, yang di kira aneh. Hanya Yoona lah yang sudah mengetahui sikap Taeyeon ini. “ cahgi, ada apa dengan mu. Kau minum obat apa hari ini? Kenapa jadi aneh begini, “ ucap Leeteuk tak percaya.

“ Ya Oppa, wae? Salahkah? Aku hanya ingin bersikap manis dan baik pada ke dua putri ku yang sangat cantik bagai peri ini, “ ucap Taeyeon sambil mengusap puncak kepala Yoona dan Seohyun.

“ E..Eo..Eom..Eomma, “ kini mata Seohyun ber kaca kaca. “ ne, chagi, mianhe atas sikap Eomma selama ini Eomma sungguh jahat padamu chagi-ah. Eomma janji, Eomma akan menjadi eomma yang baik untuk mu dan juga Eonnie mu ini, “ ucap Taeyeon memeluk Seohyun.

“ gomawo, Eomma aku sungguh bahagia, “ kini Seohyun memeluk erat tubuh Taeyeon. Yoona dan Leeteuk pun langsung memeluk Taeyeon dan Seohyun yang sedang ber bahagia kali ini.

“ Yasudah Appa, Eomma aku berangkat kuliah dulu annyeong, “ Yoona pamit kepada taeyeon dan Leeteuk dan di susul Seohyun yang kini satu mobil dengan Yoona.

@@@@@

“ apa kau bahagia Hyunie, “ ucap Yoona tulus. “ ne, Eonnie aku sungguh bahagia. Mian eonnie, kalau sikap ku sungguh ke anak anakan dan tak pernah memperdulikanmu, tapi aku sungguh menyayangi mu Eonnie. Kau lah Eonnie yang paling aku sayangi di dunia Ini. “ ucap Seohyun memeluk Yoona.

“ ne, Hyunie Eonnie bahagia melihat mu seperti ini. “ Yoona makin mengeratkan pelukannya pada Seohyun. “ Eonnie lantas bagaimana hubungan mu dengan Donghae Oppa? Apa kau menerima perjodohan ini? “ tanya Seohyun to the point.

“ sudahlah tak apa, yang terpenting apa yang Eonnie harapkan kini sudah terkabul. Eomma yang kini menyayangimu, dan kau yang menyayangi Eonnie. Itu sudah lebih dari cukup Hyunie, jadi kau tak usah pikirkan bagaimana hubungan Eonnie dengan Donghae Oppa. Semoga saja Donghae Oppa bisa membuat Eonnie mencintainya, “ Ucap Yoona gembira.

“ Eonnie aku sungguh bahagia saat ini apa lagi aku punya Eonnie yang tulus menyayangiku. Aku doakan supaya Donghae Oppa bisa merebut hati Eonnie, jadi Eonni akan menikah dengan namja yang Eonnie cintai,” ucap Seohyun gembira. “ gomawo Hyunie, “ kini Yoona mengelus puncak kepala Seohyun.

END~

4 thoughts on “My Dongsaeng

  1. Wah, sedih n bagus banget ceritanya. Ane sampe nangis bacanya. Daebak dah buat chingu yang udah bikin ff YoonHyun sebagus ini. Biasanya ane nyari ff YoonHyun gak ketemu2 (maklum, ane loyalist alias fans YoonHyun) karena jarang, sekalipun ketemu genrenya yuri, padahal ane gak suka genre yuri. Tapi untung aja ada ff genre family kayak gini tentang YoonHyun. Author daebak, YoonHyun jjang…!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s